Pouya Mostashar, Research Associate, Fraunhofer IWES, memaparkan hasil pengujian grid-forming tingkat megawatt pertama di Eropa yang dilakukan bersama Huawei. Pengujian tersebut mengikuti secara ketat pedoman pengujian grid-forming komprehensif pertama di dunia versi VDE FNN di Jerman. Hasilnya menunjukkan sistem penyimpanan energi bekerja sangat baik dalam sejumlah skenario utama, termasuk respons inersia, kemampuan overload, dan operasi islanded. Menurutnya, pengujian ini tidak hanya membuktikan penerapan teknologi grid-forming yang baik pada sistem penyimpanan energi baterai, namun juga menjadi landasan kuat untuk sertifikasi standar dan jual-beli kemampuan grid-forming.
Antonio M. Abuel Jr., Chief Project Officer, Terra Solar Philippines Inc., memperkenalkan proyek terbesar di dunia yang mengintegrasikan energi surya PV dan penyimpanan energi. MTerra Solar Grid-Forming PV+ESS mencakup sistem PV berkapasitas 3,5 GW dan sistem penyimpanan energi grid-forming berkapasitas 4,5 GWh. Pada 26 Agustus 2026, Proyek Tahap 1 yang mencakup PV 2,5 GWp dan BESS 3,3 GWh telah selesai, menjalani commissioning, dan kini beroperasi secara komersial. Proyek tersebut akan memasok listrik bersih yang stabil bagi sekitar 2,4 juta rumah tangga serta mengurangi emisi karbon lebih dari 4,3 juta ton setiap tahun. Ia menekankan bahwa nilai tambah proyek ini terletak pada pembuktian bahwa sistem PV+ESS berkapasitas besar dapat menjadi sumber listrik yang teruji, stabil, dan dapat diandalkan bagi jaringan listrik Filipina. Proyek tersebut juga menciptakan model yang dapat direplikasi guna mempercepat transisi energi bersih global.
Kolaborasi Industri Mendorong Integrasi Grid Forming dan AI guna Memperluas Akses Listrik
Sebagai penutup acara, Global Solar Council, China Energy Research Society, World Alliance for Low Carbon Cities, Tsinghua University Shenzhen International Graduate School, Huawei Digital Power, serta mitra industri dan perwakilan perusahaan terkemuka dari berbagai negara meluncurkan Global Joint Initiative on Grid Forming & AI. Inisiatif tersebut menyatukan seluruh pelaku industri untuk mempercepat penerapan dan standardisasi teknologi grid-forming dan AI dalam skala besar. Inovasi teknologi akan dimanfaatkan untuk mengatasi ketimpangan energi dan menyediakan listrik yang hijau, stabil, dan terjangkau bagi semua orang, terutama hampir 700 juta orang di seluruh dunia yang belum memiliki akses listrik. Berbagai langkah konkret akan ditempuh demi menutup kesenjangan listrik global. Dengan dukungan teknologi grid-forming dan AI, sistem energi yang hijau, stabil, dan cerdas berbasis energi terbarukan, seperti surya, PLTB, dan penyimpanan energi, kini berkembang pesat.