Dukungan juga datang dari sektor teknologi. Google DeepMind, Meta, dan Isomorphic Labs disebut menggelontorkan investasi gabungan sebesar USD 300 juta untuk memperkuat kolaborasi antara pengembangan model kecerdasan buatan (AI) dan penelitian biologi.

Head of Science Biohub, Alex Rives, menegaskan bahwa kehadiran sel virtual akan mengubah lanskap penelitian medis dunia secara mendasar.

"Model biologis prediktif yang akurat dapat secara dramatis mempercepat penemuan ilmiah dengan memungkinkan para ilmuwan melakukan eksperimen secara digital. Pembuatan sel virtual adalah salah satu tantangan terpenting bagi era sains berikutnya, yang membutuhkan upaya kolaborasi data secara terkoordinasi di tingkat nasional maupun internasional," ungkap Alex Rives. Melalui integrasi model kecerdasan buatan dan dataset seluler berskala raksasa ini, para ilmuwan diharapkan dapat mensimulasikan respons sel terhadap infeksi maupun formulasi obat baru dalam hitungan detik di laboratorium virtual, demikian dikutip NadiKabar dari The Verge, Kamis (8/10/2026).