Seluruh Googlebook juga akan membawa elemen desain bernama Glowbar pada bagian luar perangkat. Google sejauh ini belum menjelaskan secara lengkap fungsi lampu tersebut.
Kendati demikian, belum diketahui model mana yang akan langsung tersedia saat pre-order dibuka 21 September. Harga Googlebook juga masih menjadi tanda tanya, meski Google sejak awal memosisikannya sebagai perangkat dengan material dan hardware premium.
Lantas bagaimana nasib Chromebook? Google belum mengatakan Chromebook akan langsung dihentikan. Perusahaan memastikan Chromebook yang sudah beredar tetap memperoleh dukungan hingga batas dukungan masing-masing perangkat. Bahkan, sejumlah Chromebook disebut berpeluang mendapatkan pengalaman baru yang dibawa Googlebook.
Dengan demikian, Googlebook untuk saat ini lebih tepat dilihat sebagai babak baru strategi laptop Google, bukan kematian Chromebook secara mendadak.
Yang jelas, perubahan terbesarnya bukan sekadar perpindahan fondasi software dari ChromeOS menuju teknologi Android. Google kini ingin laptop tidak lagi hanya menjalankan aplikasi dan browser, tetapi secara aktif memahami apa yang sedang dilakukan pengguna melalui Gemini. Berniat mencobanya?