Dalam siaran pers yang disampaikan pada Rabu, LLM yang dikembangkan GoTo dirancang untuk memahami bahasa Indonesia serta bahasa daerah, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak. Pengembangan model ini ditujukan untuk menjawab keterbatasan teknologi AI global dalam memahami konteks lokal, termasuk penggunaan singkatan sehari-hari dan ragam bahasa yang digunakan masyarakat.

CEO Grup GoTo Hans Patuwo mengatakan Indonesia perlu mengembangkan teknologi AI sendiri agar mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat. Menurut dia, teknologi yang dirancang untuk penggunaan global belum tentu optimal dalam memahami data dan pola komunikasi lokal.

Model tersebut dilatih menggunakan teks berbahasa Indonesia dari mitra media, situs web sektor publik, serta data bahasa daerah. Dalam pengembangan data bahasa Batak, GoTo berkolaborasi dengan Universitas Sumatera Utara (USU).