Dengan 27 miliar parameter, model ini dirancang untuk menangani tugas kebahasaan yang kompleks dan dapat dijalankan secara mandiri pada peladen lokal milik universitas maupun institusi publik tanpa membutuhkan pusat data berskala besar.

Selain mengembangkan teknologi, GoTo melibatkan mahasiswa magang dari tujuh universitas di Sumatera hingga Sulawesi, termasuk Universitas Udayana di Bali. Mereka terlibat dalam persiapan data, pelatihan dan pengujian model, pengembangan teknologi suara bahasa Indonesia, serta pengumpulan data bahasa daerah.

Inisiatif tersebut diharapkan memperluas akses terhadap teknologi AI sekaligus meningkatkan kemampuan talenta nasional dalam mengembangkan solusi berbasis kebutuhan masyarakat Indonesia.