Berdasarkan informasi rekrutmen mitra Green SM Bike di Jakarta, calon pengemudi perlu memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya berusia 21 tahun hingga maksimal 54 tahun enam bulan, memiliki SIM C aktif, KTP, KK dan SKCK. Calon mitra juga harus memiliki smartphone yang mendukung operasional aplikasi.

Pengemudi juga diharapkan memahami penggunaan aplikasi navigasi serta mengenal wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sebelum beroperasi, mitra mendapatkan pelatihan mengenai standar pelayanan dan pengoperasian kendaraan listrik.

Untuk proses pendaftaran dan seleksi, Green SM menyatakan tidak mengenakan biaya pendaftaran. Namun, kandidat yang lolos dan melanjutkan ke tahap serah terima unit diwajibkan membayar deposit Rp150.000 sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain biaya penggunaan kendaraan, pengemudi juga memperoleh pendapatan dari perjalanan yang diselesaikan. Green SM menyebut skema untuk layanan motor listrik menawarkan potensi pendapatan hingga Rp160.000 per hari pada program tertentu.

Namun, angka tersebut merupakan pendapatan yang dijamin dalam ketentuan program tertentu, bukan berarti seluruh pengemudi otomatis memperoleh nominal yang sama setiap hari. Besaran pendapatan dapat dipengaruhi skema kerja sama, jumlah perjalanan, insentif dan ketentuan yang berlaku.

Green SM juga memiliki sistem pendapatan berbasis bagi hasil untuk mitra pada layanan lainnya. Karena skema dapat berubah sesuai program dan wilayah operasional, calon pengemudi perlu memastikan ketentuan terbaru ketika melakukan pendaftaran.

Untuk saat ini, layanan Green SM Bike beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta. Perusahaan menyatakan tidak menutup kemungkinan memperluas layanan ke wilayah lain di Indonesia.

Kehadiran layanan motor listrik ini menambah pilihan transportasi berbasis kendaraan listrik di Jakarta. Bagi calon mitra pengemudi, skema mulai Rp39.000 per hari memberikan pilihan untuk menggunakan kendaraan dengan mekanisme rent-to-own, sementara skema lainnya menawarkan masa sewa yang lebih fleksibel.