Perbaikan jalur ini dapat membuka akses bagi enam fasilitas pendidikan seperti SDIT Mathlaul Anwar, SDN 3 dan SDN 4 Sukaraja, MAS Mathlaul Anwar Malingping, SMPN 3 Satap Malingping, dan SMKN 2 Malingping. Kemudian akses menuju RSUD Malingping, klinik, bidan, dokter praktik, Posyandu, apotek, dan tenaga kesehatan. Ruas ini juga melintasi kawasan pertanian 1.224 hektare dan kawasan perkebunan 677 hektare.
"Ke depan program ini akan terus dilanjutkan secara bertahap sejalan dengan komitmen Pemprov Banten untuk terus memperluas konektivitas hingga ke wilayah-wilayah yang masih membutuhkan akses jalan yang layak," katanya.
Andra Soni optimistis bahwa peningkatan konektivitas jalan desa akan mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan, mempermudah mobilitas masyarakat dalam akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan. Dari situ, pada akhirnya turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Pembangunan infrastruktur jalan desa menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi disparitas antarwilayah di Provinsi Banten," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Adung Umum (58), mengatakan, sebelum diintervensi program Bang Andra, kondisi jalan di desanya sangat memprihatinkan, bahkan terkesan dibiarkan begitu saja selama puluhan tahun.
"Hal itu sangat menyulitkan dan menghambat mobilitas warga dan aktivitas perekonomian masyarakat kami," katanya.