Koster mengakui terpancing emosi menjadi sebuah kesalahan karena seharusnya dia tetap tenang dan merespons petugas tersebut secara bijak.

Rasa penyesalan itu bahkan terus terbawa sampai ke rumah setelah dia mendapatkan teguran dari sang istri terkait penanganan insiden di lapangan.

Gubernur Koster menilai dinamika di lapangan dan krisis kelangkaan BBM serta LPG 3Kg tersebut merupakan bahan pembelajaran penting dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah.

Ia menegaskan penanganan krisis kebutuhan dasar masyarakat merupakan tanggung jawab bersama tanpa perlu saling menuding atau mencari kesalahan pihak mana pun.

Untuk percepatan penanganan saat itu, Koster bahkan intensif berkantor di Pertamina Depo Sanggaran hingga dini hari untuk merumuskan skema kebijakan bersama jajaran direksi.

Langkah cepat penanganan kelangkaan BBM tersebut mendapat apresiasi luas dari publik, pemerintah pusat, hingga jajaran duta besar.