NADIKABAR.COM — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk mendukung pelestarian lingkungan dan perlindungan masyarakat adat Baduy. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya menjaga kearifan lokal masyarakat Baduy yang selama ini menjadi teladan dalam mempertahankan keseimbangan antara manusia dan alam.
Komitmen tersebut disampaikan Andra saat penyerahan bibit dalam Gerakan Menanam 70 Ribu Bibit Tanaman Pohon dalam rangka dalam rangka Hari Ulang Tahun ke- 8 Perkumpulan Urang Banten (PUB) di Rumah Kajaroan Kanekes, Ciboleger, Kabupaten Lebak,.
Dalam kesempatan tersebut, Andra menyampaikan apresiasi kepada PUB dan berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan gerakan penanaman pohon tersebut.
"Selamat milad ke-8 kepada Perkumpulan Urang Banten. Terima kasih kepada Perkumpulan Urang Banten atas prakarsa Gerakan Baduy Lestari, serta kepada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung dan seluruh pihak yang telah mendukung penyediaan dan penyaluran bibit tanaman," ujar Andra dalam keterangan tertulis, Minggu (25/10/2026).
Menurutnya selain menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan, kegiatan tersebut juga memiliki makna khusus karena berlangsung pada bulan peringatan Hari Jadi ke-26 Provinsi Banten. Andra berharap PUB terus berkontribusi dalam mendukung kemajuan daerah.
"Momentum ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan peringatan Hari Jadi ke-26 Provinsi Banten. Semoga Perkumpulan Urang Banten terus menjadi wadah pengabdian bagikemajuan Banten," tuturnya.
Sejalan dengan pelaksanaan gerakan tersebut, Andra menegaskan bahwa Pemprov Banten berkomitmen melanjutkan dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan perlindungan masyarakat adat Baduy.
Upaya ini dilakukan melalui rehabilitasi hutan dan lahan, penguatan pengawasan lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat yang selaras dengan adat dan kearifan lokal.
Komitmen menjaga lingkungan tersebut juga tercermin dalam aturan adat yang selama ini dipegang teguh masyarakat Baduy. Menurut Andra, prinsip-prinsip dalam aturan adat itu mengajarkan pentingnya menjaga alam dan mempertahankan keseimbangannya.
"Masyarakat Baduy telah lama menjadi teladan dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Pikukuh atau aturan adat Baduy mengajarkan, "Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang diruksak", gunung tidak boleh dihancurkan dan lembah tidak boleh dirusak," ucapnya.