Aliran investasi portofolio asing pada triwulan III 2026 mencatat net outflows sebesar 0,08 miliar dolar AS, terutama disebabkan outflows pada saham.

Pada awal triwulan IV 2026 (hingga 23 Oktober 2026), arus modal asing membaik dengan mencatat net inflows sebesar 0,04 miliar dolar AS, terutama didukung investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Dengan perkembangan tersebut, aliran investasi portofolio asing tercatat net inflows sebesar 13,23 miliar dolar AS sejak Januari hingga 23 Oktober 2026.

Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tetap kuat sebesar 146,3 miliar dolar AS.

Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.