Sasaran lainnya adalah penguatan infrastruktur sistem pembayaran untuk mengantisipasi kebutuhan transaksi yang terus meningkat. Melalui optimalisasi BI-FAST, volume transaksi ritel telah mencapai 549 juta transaksi, tumbuh 37,72 persen secara tahunan.

Destry menambahkan bahwa BI juga akan mengembangkan new BI-FAST yang lebih scalable dan modular, melakukan modernisasi BI-RTGS, serta memperkuat infrastruktur data guna menjaga ketahanan dan integritas transaksi.

Dalam hal pengembangan talenta digital, BI memiliki program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang menaungi inisiatif PIDI Digdaya x Hackathon.

Destry mengatakan program tersebut menjadi wadah untuk mencari dan mengembangkan talenta digital di Indonesia, sekaligus mendorong mereka untuk berinovasi melalui kompetisi di bidang digital.

Adapun pada Kamis (24/9), BI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka penyelenggaraan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026.

Penyelenggaraan acara tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

BI menyebut rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital guna mewujudkan kebijakan yang berdampak, inklusif dan integratif.