NADIKABAR.COM — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution menyebutkan, forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) semakin berpacu memberantas narkoba di wilayah Sumut.

Bobby mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan jajaran terkait lainnya mengungkap penyelundupan sebanyak 1,16 ton narkoba jenis ketamine di perairan Selat Malaka.

"Kehadiran pak Kapolri di Belawan mudah-mudahan menambah semangat bagi kami, khususnya Forkopimda, TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam memberantas narkoba," ucap Bobby saat pengungkapan penyeludupan 1,16 ton ketamine sekaligus Deklarasi Posisi Bersama Masyarakat Sumut Tolak Narkoba di Terminal Bandar Deli Belawan, Medan, Sumatera Utara, Jumat.

Gubernur mengatakan, Belawan ini merupakan salah satu tempat yang sangat masif peredaran narkotika, khususnya yang masuk melalui jalur perairan laut di Sumatera Utara.

Dengan kehadiran Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto diharapkan menjadi momentum memutus jaringan dam mempersempit ruang gerak peredaran narkotika, sehingga Belawan lebih baik kedepannya.

"Daerah yang hari ini mungkin dianggap salah satu paling banyak penggunaan narkobanya. Mudah-mudahan setelah kedatangan pak Kapolri, ini salah satu daerah yang paling bersih dari narkobanya," ujar Bobby.

Pihaknya juga mengutarakan rasa geramnya atas kejahatan peredaran dan penyalahgunaan narkoba ketika menjadi Wali Kota Medan periode 2021 hingga 2025.

"Saat kami di Medan, mohon maaf pak. Saking geramnya, saking keselnya dengan maraknya narkoba di wilayah Medan. Dulu kami pernah minta tindak tegas saja penyalahgunaan narkoba, beraksi di jalanan, membegal dan lainnya," sebut Bobby.

Gubernur mengungkapkan, Sumatera Utara memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan provinsi lain, karena lebih lima tahun berturut-turut menjadi nomor satu pengguna narkoba di Indonesia.

"Nah cita-cita kami, kalau bisa turun dari peringkat satu pak. Jangan di tiga besar, jangan di lima besar, kalau bisa paling bontot. Kalau bisa seluruh narkoba di Indonesia bisa hilang," tutur dia.

Bobby berkeyakinan ke depan Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Sumut bersama seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah bersiap membongkar narkoba di Sumatera Utara.

"Sehingga nanti Sumatera Utara bisa turun posisinya dari peringkat pertama, dan penyalahgunaan narkoba. Bisa turun ya, minimal-minimal bisa keluar dari lima besar di Indonesia," tegas Bobby.