NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan bahwa pembangunan Jakarta harus berorientasi pada kebutuhan dan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.

Menurut Pramono, kemajuan kota tidak hanya diukur berdasarkan pembangunan infrastruktur fisik atau proyek monumental, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memperluas akses pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam Dialog dan Orasi Kebangsaan bertajuk "Jakarta dan Problematika Kebangsaan" yang diselenggarakan DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (19/10).

"Tugas seorang pemimpin yaitu melanjutkan hal-hal baik yang belum selesai, memperbaiki apa yang masih kurang, dan memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat yang nyata," ujar Pramono.

Ia menjelaskan, sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Rano Karno, Pemprov DKI telah menetapkan tiga prioritas yang terus dijaga, yakni pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.