"Peran tersebut semakin penting karena masa depan Jakarta tidak hanya ditentukan oleh pemerintah. Ia ditentukan oleh bagaimana pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil, komunitas, media, dan seluruh warga bekerja berdasarkan kepentingan bersama," tuturnya.
Dalam forum yang sama, Gubernur turut menekankan pentingnya menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kebijakan publik.
Ia menyebut, semangat kebangsaan tidak cukup hanya disampaikan dalam forum atau kegiatan seremonial, tetapi perlu diwujudkan melalui pembangunan yang inklusif dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Pramono berharap agar kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dapat memperkuat langkah Jakarta menuju kota global tanpa mengabaikan pemerataan pembangunan, kelestarian lingkungan, serta identitas kebangsaan.
"Mari kita hadirkan pembangunan yang bukan hanya cepat, tetapi berada di arah yang tepat untuk menjadi kota global yang nyaman bagi warganya, produktif bagi perekonomian, berkelanjutan bagi generasi berikutnya, sekaligus terbuka kepada dunia tanpa kehilangan jati diri sebagai bagian dari Indonesia," pungkas Gubernur Pramono.