NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta PT PAM Jaya (Perseroda) tetap melanjutkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) meskipun kondisi pasar modal sedang lesu.
"Saya sudah minta kepada Dirut dan juga Direksi bahwa rencana ini tetap diteruskan, jangan berhenti," katanya di Balai Kota Jakarta, Senin.
Pramono mengaku pelaksanaan IPO belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Menurutnya, hal itu perlu menunggu momentum yang tepat hingga kondisi pasar membaik.
Namun, ia berharap kondisi pasar modal membaik pada tahun depan sehingga rencana IPO perusahaan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu bisa direalisasikan.
Menurut dia, saat ini kondisi pasar yang belum kondusif menjadi salah satu pertimbangan belum dilaksanakannya IPO.
"Nanti momentumnya pasti mudah-mudahan harapannya tahun depan pasarnya sudah membaik, dan kalau pasarnya sudah membaik, saya akan mempersilakan untuk di-IPO-kan," ujar Pramono.
Sebelumnya, Pramono berharap IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta bisa terlaksana pada 2027. Namun, ia belum memastikan kapan pelaksanaan rencana tersebut terealisasikan.
Ia juga memastikan, Pemprov DKI tidak akan kehilangan kendali jika kedua perusahaan itu melantai di bursa. Pasalnya, Pemprov DKI akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas di PAM Jaya maupun Bank Jakarta.
"Untuk IPO, baik Bank Jakarta maupun PAM Jaya, dua-duanya DKI harus mayoritas. Ketentuan ini diatur dalam Perda yang kita usulkan, sehingga tidak ada ruang pengalihan pengelolaan atau kewenangan kepada pihak lain," tegasnya.
Lebih lanjut langkah IPO dilakukan tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan tambahan modal. Langkah ini juga diharapkan membuat pengelolaan kedua BUMD lebih terbuka dan profesional.
Pramono mengaku ingin kedua BUMD itu melantai di bursa agar pengawasannya bisa dilakukan oleh banyak orang.
Dengan begitu, PAM Jaya dan Bank Jakarta diharapkan bisa meningkatkan kinerja perusahaan tanpa mengabaikan pelayanan kepada masyarakat.