NADIKABAR.COM — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong percepatan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkayang agar kembali beroperasi lebih awal guna membantu memulihkan keandalan pasokan listrik di wilayah Kalimantan Barat.
"Kita minta manajemen bekerja lebih cepat agar pemeliharaan yang semula ditargetkan selesai 5 Desember bisa dipercepat sekitar 25 hari, sehingga pada pertengahan November pembangkit sudah bisa kembali beroperasi," kata Ria Norsan saat meninjau PLTU Bengkayang di Desa Karimunting, Kabupaten Bengkayang, Jumat.
Norsan mengatakan percepatan pemeliharaan diperlukan untuk membantu mengatasi kondisi pasokan listrik yang saat ini masih mengalami gangguan dan berdampak pada masyarakat melalui pemadaman bergilir.
Menurut dia, ketersediaan pasokan listrik yang andal menjadi kebutuhan penting, tidak hanya untuk aktivitas rumah tangga, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi dan dunia usaha, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam peninjauan bersama jajaran PT PLN Indonesia Power dan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat tersebut, Norsan juga memastikan perkembangan pekerjaan pemeliharaan atau serious inspection PLTU Bengkayang Unit 3.
Berdasarkan laporan harian, progres pemeliharaan telah mencapai 35,46 persen atau melampaui target rencana sebesar 34,49 persen. Pekerjaan tersebut semula dijadwalkan berlangsung selama 54 hari hingga 5 Desember 2026.
Ia mengapresiasi perkembangan pekerjaan yang telah melampaui target dan meminta manajemen pembangkit mengoptimalkan sumber daya agar proses pemeliharaan dapat diselesaikan lebih cepat tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan.
Norsan juga meminta PLN menyampaikan informasi secara terbuka mengenai perkembangan pemeliharaan dan kondisi kelistrikan kepada masyarakat agar warga mendapatkan kepastian terkait upaya pemulihan pasokan listrik.