Dia menilai Jawa Tengah berpotensi menjadi pusat industri padat karya di Indonesia. Pasalnya, provinsi ini didukung banyak lembaga pendidikan vokasi dengan 97% lulusannya siap kerja, serta keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) dan fasilitas pendidikan lainnya.
"Jawa Tengah menjadi prioritas padat karya karena vokasinya banyak, serapan tenaga kerja 350 ribu itu tidak gampang. Lah ini menutup angka pengangguran," tegas Luthfi.
Dia juga menegaskan Jawa Tengah layak menjadi tujuan investasi karena memiliki berbagai persyaratan yang dibutuhkan investor. Salah satunya adalah jaminan keamanan, kepastian hukum, serta ketertiban dan keamanan.