Luthfi menyebut pengendalian inflasi bukan pekerjaan yang bisa dilakukan mendadak saat harga sudah melonjak. Pemerintah daerah, katanya, harus memiliki pemetaan stok, kebutuhan, dan jalur distribusi bahan pangan agar gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini.
Dalam rangkaian acara itu, Luthfi menyerahkan secara simbolis dukungan Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah kepada 10 kelompok penerima. Penerima di antaranya Gapoktan Maju Makmur Magelang, Kelompok Perikanan Sumber Rejeki Temanggung, dan Poktan Ngudi Mulyo Kabupaten Semarang.
Penerima lain adalah Poktan Sidukuh Pemalang dan Poktan Margodadi Batang. Kelompok penerima lainnya berasal dari Temanggung, Banjarnegara, Banyumas, Sukoharjo, dan Klaten.
Selain itu, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama mengenai pasokan pangan pokok untuk pengendalian inflasi. Kerja sama ini melibatkan pelaku usaha, koperasi, badan usaha milik petani, kelompok tani, dan petani champion dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Kemitraan tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok dan memperlancar distribusi antardaerah. Kerja sama itu juga bertujuan menjaga stabilitas harga pangan.