"Jajaran perangkat daerah menyanggupi target penyerapan anggaran hingga 97 persen. Apabila tidak menjalankan instruksi saya atau tidak merespons keluhan masyarakat, enam bulan sekali saya ganti," katanya.
Ia mengaku rendahnya penyerapan anggaran selama ini menjadi salah satu persoalan yang berdampak terhadap lambatnya penanganan berbagai masalah di daerah, mulai dari jalan rusak hingga fasilitas publik belum memadai.
Dirinya memastikan evaluasi kinerja menjadi bagian dari percepatan pembangunan sekaligus perbaikan pelayanan publik, termasuk pada sektor kesehatan yang menjadi salah satu program prioritas daerah.
"Kita akan tambah anggaran kesehatan dan memperkuat pelayanan tenaga medis hingga tingkat desa sebagaimana arahan Pak Gubernur tadi," kata dia.