NADIKABAR.COM — Gubernur Bali Wayan Koster menyebut pembangunan menara pemancar sekaligus objek wisata Turyapada Tower di Buleleng kini telah memasuki tahap penataan kawasan wisata, termasuk pemasangan fasilitas gondola.
"Saya baru dapat laporan gondolanya itu dikirim dari China, itu secara bertahap sudah datang, November akan mulai dipasang, akhir Desember Astungkara selesai. Tinggal cari hari baik untuk peresmian," kata Koster saat Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali di Denpasar, Jumat.
Ia menjelaskan secara keseluruhan fisik bangunan utama atau body tower ikon baru Bali Utara tersebut sudah rampung dikerjakan.
Saat ini pengerjaan difokuskan pada penataan kawasan pendukung seperti taman, restoran, tempat bersantai, jalan akses masuk, serta terminal dan unit gondola.
"Kalau ini sudah rampung, kita punya objek wisata baru di Bali Utara yang keren, tidak kalah sama Menara Eiffel, tidak kalah sama Menara Tokyo Tower," ujar Koster.
Ia mengungkapkan proyek yang ditargetkan tuntas sepenuhnya pada Desember 2026 tersebut dirancang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi Pemprov Bali.
Selain menyumbang PAD, kehadiran kawasan wisata ini diyakini mampu memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar, khususnya Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Tabanan.
Langkah itu juga menjadi bagian dari strategi Pemprov Bali untuk pemerataan dan penyeimbangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan.
Mengenai efisiensi anggaran, Gubernur Koster memaparkan alokasi belanja modal dalam Rancangan APBD (RAPBD) Bali 2027 memang mengalami penurunan drastis.
Itu dikarenakan sejumlah proyek infrastruktur strategis sudah mendekati tuntas di tahun 2026, termasuk Turyapada Tower yang sebelumnya dianggarkan di tahun 2026 dan selesai sedikit lagi.
"Jadi seperti Turyapada Tower yang menghabiskan anggaran cukup besar sampai selesai itu kira-kira Rp670 miliar, itu sudah berakhir di tahun 2026, tahun 2027 tidak ada lagi menganggarkan," kata Koster.
Pembangunan Turyapada Tower sendiri mencatatkan total anggaran sebesar Rp670,5 miliar dengan sedikit alokasi lanjutan sekitar Rp27 miliar pada 2027 untuk penyempurnaan akhir.
Selain Turyapada Tower, penataan kawasan Suci Pura Besakih yang menelan total dana Rp911 miliar, terdiri atas Rp480-an miliar dari APBD Bali dan Rp430 miliar dari APBN, juga selesai di tahun 2026.
Khusus penataan parahyangan di kawasan Besakih pada tahun anggaran 2026 dialokasikan sebesar Rp206 miliar dan juga dipastikan rampung seluruhnya.
"Sehingga sekian ratus miliar itu tidak ada lagi, sehingga kita bisa geser ke prioritas yang lain terutama infrastruktur jalan yang masih banyak harus kita kerjakan," kata Koster.