Pada kesempatan itu Gubernur Ahmad Luthfi berharap keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan, mulai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), bupati/wali kota, pemerintah desa, hingga PKK.

Menurut dia, penurunan dan pencegahan stunting merupakan modal dasar dalam rangka menyiapkan generasi yang akan datang. "Anak-anak harus dipersiapkan sejak dini mulai pranikah, masa kehamilan, sampai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng Zulfachmi Wahab menambahkan komitmen penurunan stunting sudah dilakukan dengan kolaborasi lintas sektor, salah satunya dengan mengidentifikasi faktor risiko berdasarkan siklus hidup, termasuk pendampingan terhadap ibu hamil dengan risiko stunting.

"Dari ibu hamil itu kita bisa prediksi risiko stuntingnya, 85 persen stunting itu bisa diketahui sejak kehamilan, intervensinya berlanjut sampai 1.000 HPK," katanya.