Berdasarkan data triwulan II tahun 2026, prevalensi stunting Jateng sebesar 9,93 persen atau menunjukkan tren penurunan sejak 2024. Namun, masih ada kesenjangan atau disparitas antar-wilayah, misalnya Wonosobo 18,05 persen, Purworejo 16,62 persen, Banjarnegara 16,24 persen, sementara daerah lain sudah ada yang di bawah 10 persen seperti Demak sudah dua persen.

Sementara itu Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Setwapres Eddy Cahyono Sugiarto menjelaskan rakor teknis percepatan penurunan stunting dan advokasi pencegahan merupakan tindak lanjut apa yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto untuk peningkatan kualitas SDM.

"Salah satu pilar pembangunan SDM ini adalah penanganan stunting. Jadi kita harus siapkan generasi emas Indonesia. Kita ingin pastikan seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama dan berkolaborasi untuk menurunkan stunting," katanya.

Mengacu pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting secara nasional sudah turun dari 21,5 persen menjadi 19,8 persen, sedangkan target untuk tahun 2029 sekitar 15 persen sehingga diperlukan kerja keras.