Donny mengatakan, kampus yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto tersebut siap mencetak sumber daya manusia (SDM) dengan kapasitas intelektual dan emosional baik untuk mendukung sistem, teknologi, dan regulasi yang telah dibangun.
"Semuanya akan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pengembangan dan penguatan SDM unggul harus menjadi salah satu fokus utama pembangunan nasional," kata Donny dihimpun dari keterangan resmi, Selasa (15/9/2026). Donny menekankan, SDM yang kompeten adalah mereka yang mampu berpikir kritis, berintegritas, berani berinovasi, punya empati, serta memiliki komitmen. Mereka juga harus dapat bisa beradaptasi dan bisa mengantisipasi, terutama di tengah kondisi geopolitik yang tidak stabil, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi. URI sendiri dibentuk untuk mencetak calon-calon pemimpin Indonesia. Prodi yang dibuka spesifik seperti kedokteran, teknik, hukum, hingga ekonomi. Konsep URI mengacu pada beberapa kampus di luar negeri seperti Institut National du Service Public (INSP) di Prancis. Pada institusi ini, pendidikan ditekankan juga pada pembentukan karakter, etika, dan wawasan kebangsaan.
Sementara itu, BPOM dan URI sebelumnya diketahui tengah menggodok pengembangan Sekolah Vokasi BPOM. Lulusan sekolah ini nantinya menjadi kandidat SDM nasional di bidang pengawasan obat dan makanan.