NADIKABAR.COM — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat, wisatawan, dan pendaki menjauhi kawasan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, perairan Lampung-Banten, dalam radius lima kilometer dari puncak. Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul status level III (siaga) dan aktivitas erupsi yang terjadi berulang kali pada Selasa (20/10).
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan pembatasan aktivitas perlu dipatuhi karena aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menunjukkan peningkatan sepanjang hari.
Berdasarkan laporan pos pengamatan, gunung api tersebut mengalami tiga kali erupsi pada Selasa. Letusan pertama terjadi pukul 06.27 WIB dengan amplitudo maksimum 67 milimeter dan durasi sekitar 3 menit 53 detik. Erupsi kedua menyusul pada pukul 06.40 WIB dengan amplitudo 49 milimeter.
Aktivitas berlanjut pada siang hari. Erupsi ketiga tercatat terjadi pukul 12.28 WIB dengan amplitudo maksimum 44 milimeter dan berlangsung selama 28 detik.