Selama rangkaian erupsi tersebut, tinggi kolom abu tidak dapat diamati secara visual. Kondisi itu disebabkan sebaran abu yang menutupi pandangan serta perangkat CCTV di lapangan yang sempat tidak aktif.

Merespons peningkatan aktivitas tersebut, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas di zona berbahaya, terutama dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Pembatasan juga diberlakukan secara khusus di sektor barat laut dan tenggara kawasan gunung api. Lana mengatakan warga dilarang mendekati area kemunculan pulau baru di sekitar kawasan tersebut.

"Warga dilarang keras memasuki wilayah dalam radius satu kilometer dari kemunculan pulau baru di sekitar kawasan tersebut," kata dia.