"Per jam 12.00 WIB, teramati 3 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 3000-4500 m dari puncak, mengarah ke tenggara. Jalur luncuran Awan Panas di sektor tenggara Besuk Kobokan," kata Amrul.
Meski demikian belum diketahui apakah erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut menimbulkan kerusakan ataupun korban jiwa. BPBD masih melakukan proses pendataan.
"Untuk saat ini belum ada kerusakan mengenai dampak yang ditimbulkan," ucapnya.
Sebelumnya, Gunung Semeru di Jawa Timur dilaporkan mengalami erupsi dan mengeluarkan letusan awan panas guguran (APG) sejauh 4.500 meter pada Kamis (5/11). Warga di sekitar diminta siaga dan selalu waspada.
Peristiwa vulkanik ini tercatat terjadi pada pagi hari pukul 09.24 WIB dengan kolom abu vulkanik tebal yang membumbung tinggi mencapai 700 meter di atas puncak kawah atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut.
"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur pada tanggal 5 November 2026 pukul 09:24 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak 4.376 m di atas permukaan laut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulisnya.
Selain itu, pada hari ini, Semeru juga dilaporkan mengalami erupsi sejak pukul 08.43 WIB, pukul 06.33 WIB pukul 05.37 WIB dan pukul 03.33 WIB.