Sigit memaparkan kolom abu vulkanik tersebut terpantau secara visual berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan condong bergerak mengarah ke wilayah selatan dan barat daya.
Berdasarkan data pemantauan dari rekaman seismograf di pos pengamatan, erupsi pagi ini memiliki amplitudo maksimum sebesar 31 milimeter dengan durasi letusan yang berlangsung cukup lama yakni mencapai 7 menit 27 detik.
"Erupsi berupa Letusan disertai Awan Panas Guguran dengan jarak luncur ± 4500m dari kawah puncak, mengarah ke tenggara, sebaran abu vulkanik mengarah ke barat daya," ujar Sigit.
Sigit mengatakan menyusul aktivitas vulkanik tersebut status Gunung Semeru masih bertahan pada Level III atau Siaga.
PVMBG pun memintas agar masyarakat dan penambang pasir tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, tepatnya di sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
Sigit juga mengatakan, masyarakat juga diwajibkan untuk mengosongkan area dalam radius 5 kilometer dari kawah Gunung Semeru untuk meminimalisasi ancaman fatal dari bahaya lontaran batu pijar.
"Kami imbau untuk warga yang beraktivitas di sekitar Gunung Semeru terutama daerah jalur luncuran Awan Panas di sektor tenggara Besuk Kobokan untuk meningkatkan kewaspadaannya dan selalu siaga karena potensi awan panas susulan sewaktu-waktu bisa terjadi," ucapnya.