NADIKABAR.COM — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makale Batupapan 1 buka suara soal ratusan siswa dan guru SMP diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). SPPG mengklaim sudah melibatkan ahli gizi untuk memeriksa bahan baku dan makanan.

"Jadi yang bertanggungjawab itu ahli gizi. Untuk penentuan apakah makanan ini layak dikonsumsi atau tidak, ada uji organoleptik, dikonsumsi oleh ahli gizi sebelum dikirim ke penerima manfaat," kata Kepala SPPG Makale Batupapan 1, Vielty Patricia dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Tana Toraja, Jumat (4/9/2026).

Dia menegaskan pihaknya sudah melakukan penyajian MBG sesuai standard operating procedure (SOP). Sebelum MBG diberikan ke siswa, ada person in charge (PIC) alias penanggung jawab di sekolah yang juga menguji makanan.

"Jadi kami sudah melakukan sesuai SOP, bahan yang masuk kita sortir sebelum dimasukkan ke dalam penyimpanan dan freezer," tuturnya.

"Ada ahli gizi juga yang memeriksa bahan masuk maupun menu yang didistribusikan ke siswa, dan masih ada PIC di sekolah yang menguji makanan," tambah Vielty.

Viely menuturkan, SPPG Makale Batupapan 1 baru beroperasi selama sebulan. Sejak beroperasi, SPPG tersebut awalnya melayani ratusan penerima manfaat MBG hingga kini jumlahnya mencapai ribuan orang.

"SPPG kami mulai beroperasi 10 Agustus 2026. Porsi yang kami berikan bertahap, awalnya 550 porsi, kemudian di minggu kedua bertambah 180 porsi dan saat ini 2.200 porsi," paparnya.

Diketahui, sebanyak 150 siswa dan guru SMP di Tana Toraja mengalami keracunan pada Kamis (3/9). Ratusan siswa dilarikan di tiga rumah sakit (RS) setelah mengeluh mengalami muntah hingga diare sehari setelah menyantap MBG.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Toraja hingga pukul 16.10 Wita, Kamis (3/9), korban diduga keracunan berjumlah 46 siswa yang dirawat di RS Sinar Kasih. Sementara 29 siswa dilarikan ke RS Fatima.

Selain itu ada sebanyak 71 siswa dan 4 guru dirawat di RSUD Lakipadada. Para korban keracunan berasal dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale.

SPPG Makale Batupapan 1 dilarang mendistribusikan MBG usai operasionalnya ditutup sementara selama 30 hari. Karyawan SPPG tersebut selanjutnya juga akan menjalani asesmen.

"Operasionalnya kita hentikan selama 30 hari sejak surat ini diterbitkan yaitu 3 September 2026. Kita juga sementara melakukan asesmen terhadap 47 karyawan SPPG Batupapan," kata kata Kepala Kantor Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi saat RDP.