Kalau dengan sistem prasmanan sekarang ini, lanjutnya, kondisi makanan semua masih hangat, jadi otomatis anak-anak pasti habis dan anak-anak bisa mengambil makanan sesuai dengan kebutuhan dan seleranya.
Selama uji coba MBG prasmanan tahap pertama pada 19–21 Oktober 2026 dan hari pertama uji coba tahap kedua, sejauh ini belum ada kendala berarti terkait penerapan sistem prasmanan dan situasinya masih terpantau aman.
"Kami bahkan menyatakan untuk tetap memilih sistem prasmanan ke depannya, terutama karena faktor kehangatan makanan yang mampu menggugah selera makan siswa serta mengurangi makanan sisa yang terbuang," katanya.Terkait proses persiapan dan penyajian yang memakan waktu, Ida memastikan hal tersebut tidak mengganggu jam belajar siswa di kelas sebab aktivitas distribusi makanan dinilai berjalan efektif dan sesuai dengan jadwal istirahat.
"Begitu pukul 11.30 Wita, anak-anak sudah keluar istirahat sampai pukul 12.00 Wita, sudah selesai dan siswa siap-siap untuk salat dzuhur berjamaah. Alhamdulillah, MBG prasmanan tidak mengganggu mata pelajaran," katanya.