"Ini yang terdampak 127 anak, dari (total) 565 siswa. Rata-rata yang kena kelas 8 dan kelas 9, karena kelas 7 ada lomba di sini, kelas dipakai lomba, kelas 7 (belajar) daring sehingga tidak ada yang terkena," jelasnya.

Para siswa yang mengalami gejala keracunan itu pun dilarikan ke rumah sakit. Zaenal berharap agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kita mengimbau lebih saling berhati-hati semua. Kalau sampai (MBG) ditolak, belum lah," ujar dia.

Pantauan NadiKabar, ratusan siswa di MTS Negeri 3 Pati mengalami mual sampai diare setelah menyantap MBG. Terlihat banyak ambulans silih berganti masuk ke sekolah. Mobil ambulans mengevakuasi para siswa yang mual dan diare.

Petugas kesehatan pun terjun ke lokasi. Para siswa yang lemas diperiksa oleh petugas kesehatan, setelah itu dievakuasi menggunakan ambulans ke rumah sakit.

Terpisah, Kepala SMPN 1 Gembong, Istiana, mengatakan ada 103 siswa dan 13 guru di sekolahnya yang mengalami mual dan diare.

"Yang terkena dari jelas 7,8, dan 9, ada 103 anak. Gurunya 13 orang," kata dia saat ditemui wartawan.

Istiana mengatakan, kejadian dugaan keracunan MBG ini diketahui dari pagi tadi. Ia melihat ada banyak siswa yang antre ke kamar mandi. Mereka merasakan mual dan mules. Jumlah siswa yang antre ke kamar mandi semakin bertambah banyak hingga siang ini.