"Awal diketahui tadi pagi anak-anak banyak ke kamar mandi, karena mereka sudah merasakan mules, kemudian semakin banyak. Kita kontak ke Puskesmas, terus dievakuasi ke Puskesmas," jelas dia.

Para siswa SMPN 1 Gembong dilarikan ke Puskesmas Gembong. Lantaran saking banyaknya siswa, Puskesmas pun mengalami overload. Para siswa lalu dibawa ke sejumlah rumah sakit.

"Setelah Puskesmas overload, tadi dievakuasi ke RS KSH dan Mitra Bangsa," jelasnya.

Istiana juga menyebut MBG kemarin datang terlambat atau lebih siang daripada biasanya. Ia menduga MBG yang terlambat dibagikan itu yang menyebabkan para siswa mengalami mual dan diare.

"Kemarin (MBG) agak siang, harusnya sebelum istirahat pertama, jam 09.30 WIB harusnya sudah sampai. Kemarin jam 11.30 WIB. Dimakan sebelum jam 12. Begitu datang langsung dikasihkan ke anak-anak," jelasnya.

"Anak-anak kemarin enjoy saja. Setelah itu baru sore sama malam mulai mual, dan mules," sambungnya.

Istiana pun berharap agar ke depan pihak SPPG tidak molor lagi dalam mendistribuskan MBG.

"Kita sama-sama baik semua. Jadi untuk jam distribusi ke sekolah untuk ditaati. Itu kendala seperti itu. Sebelumnya tidak pernah. Sebelumnya pernah telat dan aman," terang dia.