Gus Ipul tidak sekadar menyerahkan santunan. Dia berbincang dengan para korban, menanyakan kondisi mereka setelah bencana. Kepada warga terdampak, Gus Ipul menyampaikan bahwa penanganan akan terus dilanjutkan bersama pemerintah daerah.
"Kepada yang berduka, kami juga sama menyampaikan bela sungkawa. Dengan harapan mudah-mudahan kuat, sabar, yang wafat segala amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dosa-dosanya diampuni, yang ditinggal diberi kekuatan untuk meneruskan perjuangan almarhum atau almarhumah," kata Gus Ipul.
Dia juga mendoakan para korban luka yang hadir di lokasi agar segera pulih.
"Kepada yang luka-luka berat, hadir ini yang luka-luka berat, ini kami doakan mudah-mudahan itu sudah bisa pulih, sekarang sudah bisa beraktivitas, mudah-mudahan juga cepat sembuh. Dan yang luka ringan, hadir semua juga di sini, saya ucapkan Alhamdulillah, ya sudah kondisinya semakin membaik," tuturnya.
Dukungan bagi keluarga terdampak akan berlanjut setelah masa tanggap darurat. Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi, Kemensos menyiapkan dukungan berupa jaminan hidup selama tiga bulan, bantuan isian rumah bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, serta bantuan pemberdayaan ekonomi.
Gus Ipul menegaskan penanganan pascabencana dilakukan bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Saat ini, penanganan terhadap keluarga terdampak berjalan beriringan dengan pemulihan infrastruktur.
"Jadi semuanya ini dilakukan bersama-sama, diawali dengan pendataan oleh bupati atau oleh pemerintah daerah. Bupati menyediakan datanya, setelah datanya valid kita intervensi secara simultan," kata Gus Ipul.
Menurutnya, proses verifikasi tidak boleh dilewati karena setiap bantuan yang disalurkan menggunakan anggaran negara dan harus dapat dipertanggungjawabkan.
"Setiap rupiah yang keluar kita semua harus bertanggung jawab. Maka kita harus memastikan bahwa bantuan ini diterima oleh mereka yang berhak," ungkapnya.
Di tengah pertemuan dengan warga terdampak, suasana sempat mencair ketika Gus Ipul memanggil salah seorang siswa SRMP 5 Solok bernama Ilham ke depan.
Di hadapan Gus Ipul, Bupati, dan para undangan, Ilham bercerita bahwa dirinya sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya. Ayahnya bekerja sebagai petani. Kini, setelah menjadi siswa Sekolah Rakyat, Ilham mengaku merasa aman dan nyaman menjalani pendidikan di sekolah berasrama tersebut. Kondisi fisiknya pun kini lebih sehat dan berisi.
Ketika Gus Ipul menanyakan cita-citanya, Ilham dengan mantap menjawab ingin menjadi anggota TNI Angkatan Laut.