Gus Ipul mengatakan siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga kurang mampu, termasuk anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah, putus sekolah, maupun berisiko putus sekolah.

"Ini siswa-siswa Sekolah Rakyat adalah siswa dari keluarga paling tidak mampu di Kabupaten Solok. Ini yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah. Ini sekolah rintisan, nanti akan dibangun sekolah gedung permanen yang jumlahnya akan lebih besar," kata Gus Ipul.

Usai penyerahan bantuan, Gus Ipul berjalan menuju dapur umum. Di sana, para Tagana masih sibuk bekerja menyiapkan makanan. Gus Ipul melihat langsung aktivitas dapur dan berbincang dengan para personel yang sudah lebih dari dua pekan berada di posko.

Melihat aktivitas para Tagana yang tetap berjalan setelah 17 hari penanganan bencana, Gus Ipul menyampaikan kepercayaannya kepada para relawan tersebut.

"Pokoknya saya percaya sama Tagana," kata Gus Ipul.

Gus Ipul kemudian memanggil para Tagana yang berada di lokasi dan menjelaskan peran mereka dalam penanganan bencana. Menurutnya, Tagana menjadi salah satu kekuatan Kemensos di daerah untuk membantu operasional dapur umum, dukungan logistik, hingga kebutuhan lain saat terjadi bencana.

"Ya, itulah pokoknya tugasnya membantu, ya. Bantu semua yang butuh bantuan," tutur Gus Ipul.

Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan bencana tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 14 orang luka ringan. Sebanyak 570 warga juga sempat mengungsi. Saat menyampaikan kondisi terkini kepada Gus Ipul, Jon memastikan seluruh pengungsi kini telah kembali.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan lahan seluas 7,2 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Sekolah tersebut direncanakan memiliki kapasitas hingga 2.500 siswa.

"Berarti hari ini sudah tidak ada lagi pengungsi kita yang diungsikan," tutup Jon.

Sebagai informasi tambahan, setelah peninjauan dapur umum selesai, siswa-siswi SRMP 5 Solok kembali mengiringi kepergian Gus Ipul dengan yel-yel dan jargon Sekolah Rakyat.

Turut hadir Wakil Bupati Solok Candra, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, unsur Forkopimda Kabupaten Solok, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Syaifullah, jajaran BNPB dan BPBD, BPS, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos Masryani Mansyur, serta jajaran Staf Khusus Menteri dan Tenaga Ahli Menteri Sosial.