"Pendidikan yang sejati itu ada pada keselarasan tim redaksi ucapan dan perbuatan, tim redaksi apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan," tegas Gus Mus.

Dia berharap RMI sebagai wadah pesantren nahdliyin harus senantiasa menjaga esensi pesantren sebagai lembaga tarbiyah. Gus Mus menilai figur kiai dan nyai memiliki posisi penting dalam membentuk karakter santri.

Oleh karenanya, RMI perlu memperbanyak ruang pertemuan antarpengasuh supaya terjalin ikatan kuat antarpesantren.

"RMI harus sering mempertemukan para pengasuh pesantren agar terjalin tabithah ma'ahid yang sebenarnya," ungkap Gus Mus.