"Indonesia, sebagai negara penyumbang personel terbesar keenam bagi misi penjaga perdamaian PBB, memiliki peran penting dalam hal ini," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Antonio juga memberikan penghormatan kepada empat personel penjaga perdamaian Indonesia yang baru-baru ini gugur di Lebanon. Dia meletakkan karangan bunga di PMPP TNI untuk mengenang pengabdian dan pengorbanan mereka.

Antonio menegaskan bahwa tidak ada seorang pun dapat kehilangan nyawa saat menjalankan tugas demi perdamaian.

Dia turut mengecam serangan terhadap personel penjaga perdamaian sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Oleh karena itu, Antonio menyerukan pertanggungjawaban atas pelanggaran tersebut serta mendesak negara-negara anggota PBB memenuhi kewajiban untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB.