Meta belum merinci jenis data pribadi apa saja yang terlibat. Namun, perusahaan menyebutkan bahwa porsi signifikan dari "data pribadi" tersebut sebenarnya merupakan data sintetis atau data uji coba yang dianonimkan. Kondisi ini dinilai akan menyulitkan peretas untuk membedakan antara rekam data asli dan data pengujian.
Hasil investigasi awal bersama GitHub menunjukkan bahwa peretas tampaknya tidak menyasar data pribadi tertentu secara spesifik. Sebagai langkah penanganan, Meta memfasilitasi individu yang terdampak dengan layanan pemantauan kredit dan pemantauan dark web.
Juru bicara Meta menegaskan bahwa insiden ini murni akibat pencurian identitas akses karyawan, bukan disebabkan celah keamanan pada sistem utama Meta.