Hal ini sesuai dengan pendapat Imam An-Nawawi dalam Syarah Kitab Arba'in yang menjelaskan bentuk balasan amal, yakni:

Niat baik yang belum terlaksana: Barangsiapa yang berniat melakukan satu kebaikan, lalu ia belum sempat mengamalkannya (karena lupa, sakit, atau berhalangan), Allah tetap mencatat baginya satu kebaikan sempurna.

Niat baik yang terlaksana: Jika ia berniat baik lalu melaksanakannya, Allah mencatat baginya 10 hingga 700 kali lipat kebaikan, bahkan hingga kelipatan yang tidak terbatas.

Niat buruk yang dibatalkan: Barangsiapa berniat melakukan keburukan tetapi meninggalkannya karena takut kepada Allah, Allah mencatat baginya satu kebaikan sempurna.

Prinsip ini memberikan motivasi besar bagi setiap Muslim untuk senantiasa membasahi hatinya dengan niat-niat yang sholeh setiap hari, sebab niat seorang mukmin sering kali lebih melampaui keterbatasan fisiknya dalam beramal.