"Jadikan masukan dan kritik sebagai energi untuk memperbaiki berbagai kekurangan selama dua tahun terakhir," tuturnya.
Menyinggung dinamika geopolitik internasional yang diwarnai persaingan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, dan negara-negara Eropa, Haedar mendorong penguatan fondasi dan kelembagaan dalam negeri.
Menurut dia, penguatan institusi politik, ekonomi, budaya, hingga keagamaan menjadi pilar utama ketahanan bangsa agar Indonesia tidak mudah terpengaruh oleh ketidakpastian global.
"Kalau kondisi di dalam negeri kuat, Indonesia tidak akan mudah terombang-ambing oleh kekuatan luar. Indonesia harus memperkuat institusi-institusi politik, ekonomi, budaya, dan keagamaan yang dapat menjadi pilar kekuatan bangsa," pungkas Haedar.