NADIKABAR.COM — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat guna memperkuat pembangunan nasional agar kebijakan yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Bersamaan dengan itu, bangunlah prioritas-prioritas yang paling dibutuhkan dan menyangkut hajat hidup orang banyak, terutama di bidang pendidikan dan ekonomi," ujar Haedar di sela peletakan batu pertama pembangunan gedung SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu.
Haedar menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki kapasitas politik dan kelembagaan untuk membangun Indonesia dengan mengedepankan kedaulatan bangsa, kesejahteraan masyarakat, serta penguatan sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, pemerintah memiliki sumber daya dan perangkat kelembagaan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari persoalan ekonomi hingga hukum dan sosial.
Namun, kebijakan strategis dari agenda Asta Cita perlu diterjemahkan ke dalam program berkelanjutan yang langsung menyentuh kebutuhan publik.
"Saya yakin ke depan tentu harus lebih dinamis, lebih progresif, dan mampu memobilisasi potensi kekuatan bangsa agar beban pemerintah tidak terlalu berat," katanya.
Selain menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung, Haedar menekankan pentingnya komunikasi publik yang baik serta hubungan yang terbuka dan konstruktif antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menegaskan relasi pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat harus berlandaskan pada kepentingan bangsa dan negara, bukan semata-mata kepentingan politik praktis.
Ia juga memandang aspirasi dan kritik masyarakat sebagai energi positif serta bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
"Jadikan masukan dan kritik sebagai energi untuk memperbaiki berbagai kekurangan selama dua tahun terakhir," tuturnya.
Menyinggung dinamika geopolitik internasional yang diwarnai persaingan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, dan negara-negara Eropa, Haedar mendorong penguatan fondasi dan kelembagaan dalam negeri.
Menurut dia, penguatan institusi politik, ekonomi, budaya, hingga keagamaan menjadi pilar utama ketahanan bangsa agar Indonesia tidak mudah terpengaruh oleh ketidakpastian global.
"Kalau kondisi di dalam negeri kuat, Indonesia tidak akan mudah terombang-ambing oleh kekuatan luar. Indonesia harus memperkuat institusi-institusi politik, ekonomi, budaya, dan keagamaan yang dapat menjadi pilar kekuatan bangsa," pungkas Haedar.