Menanggapi hal tersebut, Haedar meluruskan bahwa mendoakan jenazah tetap merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Muhammadiyah, selama tata cara (kaifiyah) pelaksanaannya sesuai dengan panduan Manhaj Tarjih.
"Kita tidak perlu ikut-ikutan tradisi yang tidak sesuai, tetapi tetap tunaikan mendoakan orang meninggal sesuai Manhaj Tarjih. Doa itu sunnah dan ada tata caranya," tegasnya.
Haedar juga menepis anggapan keliru bahwa warga Muhammadiyah dilarang menunjukkan rasa sedih atau berduka ketika kehilangan orang tercinta. Menurutnya, perasaan duka merupakan cerminan dari jiwa irfani yang fitri pada setiap manusia, serta tidak sedikit pun mengikis keimanan maupun ketauhidan kepada Allah SWT.
Ia mengingatkan agar sesama warga tidak mudah memberi label negatif atau menghakimi mereka yang sedang tertimpa kesedihan.