"Nggak salah orang Muhammadiyah saat keluarga tercintanya meninggal itu berduka. Duka itu tidak menghilangkan jiwa tauhid kita. Jangan malah dihakimi: 'Halah, hidup kok cengeng!' Itu tidak benar," kata Haedar.

Lebih lanjut, Haedar meminta agar pendekatan irfani ini benar-benar dihidupkan kembali, terutama dalam menjalankan ajaran amar ma'ruf nahi munkar (mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran).

Dakwah, kata dia, tidak cukup hanya disampaikan lewat dalil kaku (bayani) atau argumen logika ilmiah (burhani). Dakwah memerlukan kejernihan batin, kesantunan, dan kepekaan nurani agar pesan-pesan kebaikan dapat diterima dengan lembut oleh masyarakat luas.

Saksikan juga Blak-blakan: Diplomasi Budaya ala Fadli Zon