Saham milik konglomerat Low Tuck Kwong ini disebut telah lama akan dijual dengan harga diskon. Hal tersebut terjadi lantaran jumlah saham yang beredar bebas terbatas dan volume perdagangan yang tipis dapat menaikkan harga pasar.
Sementara untuk prospek jangka panjang, sektor batu bara termal disebut suram karena konsumen beralih ke energi yang lebih bersih. Selain itu, pemerintah juga telah memberlakukan kuota penambangan yang telah menghambat pemain lokal.
Hingga berita ini terbit, belum menerima ada respons dari perwakilan Haji Isam. Sementara BYAN dan keluarga Low juga tidak menanggapi permintaan komentar terkait rumor tersebut.