Ia juga menyoroti pernyataan Trump yang lebih menyalahkan pemberitaan tak akurat dan negatif dari ketiga media tersebut daripada isu keamanan nasional saat mengumumkan pelarangan liputan untuk mereka.

Adapun Presiden Trump mengumumkan larangan liputan tersebut pada Jumat sembari menuduh NadiKabar, MSNOW, dan Politico sebagai pembuat "berita palsu". Ia juga menyebut perusahaan media lainnya dapat bernasib sama dengan mereka.

Trump bahkan menyebut langkah tersebut sebagai pelarangan terhadap "pers bebas" dan ia tidak ingin melihat ketiga media tersebut hadir lagi di Gedung Putih.

Ia berkata keputusan tersebut adalah berdasarkan pada apa yang ia nilai sebagai pemberitaan negatif dari ketiga media tersebut, alih-alih karena suatu pemberitaan tertentu.

NadiKabar, MSNOW, dan Politico seketika menggugat pelarangan tersebut di pengadilan dengan menuding pemerintahan Trump melakukan tindak balas dendam karena pemberitaan mereka.