"Jadi lama belajarnya melebihi dari 3 tahun, karena Singapura 2 tahun, Australinya 1,5 tahun. Yang kedua adalah padanan struktur kurikulum yang tadi disampaikan Mas Taufiq, ya. Di kami ada Perdirjen 7/2018 itu disebutkan, nanti kami bisa sampaikan ke Yang Mulia, ada 22 mata pelajaran yang harus diselesaikan jika harus menyelesaikan SMK. Ya, ada 22 mata pelajaran, termasuk pendidikan agama, pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika. Kemungkinan agama dan Pancasila nggak akan masuk," tutur Gogot.

"Tapi mata pelajaran yang lain, ini kalau yang keahlian Akuntansi dan Keuangan itu meliputi Ekonomi Bisnis, Administrasi Umum, kemudian Praktikum Akuntansi, Komputer Akuntansi, Akuntansi Keuangan, Akuntansi Pajak, dan seterusnya. Ini ada 22 mata pelajaran," sambungnya.

Hakim lalu bertanya rentang nilai yang ada pada academic record atau transkrip nilai Gibran. Catatan itu menampilkan nilai Gibran.

"Kan di sini ada juga yang distinction ya, misalnya. Nilai beliau tuh yang Business Communication 2 itu 79, itu tinggi, distinction. Ada Business Communication 1 itu 78 distinction juga. Tapi, ada yang pass (lulus) saja, ada yang credit 68, tapi ada yang fail (gagal) juga kan, Pak?" tanya hakim Saldi.

"Betul, Yang Mulia," jawab Taufiq selaku salah satu tim penilai penyetaraan pendidikan Gibran di Kemendikdasmen.

Hakim Saldi lalu bertanya ke Atase Pendidikan KBRI Canberra Australia, Yuli Rahmawati, apakah ada sertifikat lain yang dikeluarkan dari UTS Insearch. Yuli mengatakan biasanya UTS Insearch mengeluarkan transkrip serta award certificate yang menyatakan level jenjang bachelor.

"Biasanya yang dikeluarkan oleh ketika itu jenjang akhir yang dia jenjang kelulusan, yang dikeluarkan adalah transkrip, kemudian award certificate yang menyatakan dia pada level jenjang bachelor atau yang lainnya, Yang Mulia," jawab Yuli.