Analis yang bertugas menggunakan chatbot AI untuk memproses manifests kapal berdasarkan data US Special Operations Command Pacific di Hawaii. Sistem AI tersebut menggabungkan data intelijen sumber terbuka (OSINT) dengan data sinyal rahasia (SIGINT), lalu menghasilkan kesimpulan keliru mengenai muatan kapal.

Analis kemudian mengemas hasil analisis AI tersebut ke dalam format laporan standar intelijen dan mendistribusikannya ke jajaran komando militer tanpa verifikasi memadai.