NADIKABAR.COM β€” Hannah Asa Indonesia dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah berkolaborasi dalam meningkatkan literasi investasi mahasiswa agar memahami produk investasi, risiko, legalitas, dan perlindungan investor di pasar modal.

β€œAkses saja tidak cukup. Ketika semakin banyak orang memiliki akses terhadap investasi, kita juga perlu memastikan mereka memiliki kemampuan untuk memahami produk, risiko, legalitas, dan bagaimana mendapatkan perlindungan sebagai investor,” kata Pendiri Hannah Asa Indonesia Mardiyah di Palu, Kamis.

Hannah Asa Indonesia merupakan lembaga edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang bergerak dalam bidang literasi keuangan, pemberdayaan perempuan muda, perencanaan keuangan syariah, dan pengembangan kapasitas UMKM.

Mardiyah mengatakan meningkatnya akses masyarakat terhadap investasi perlu diikuti kemampuan untuk memahami pilihan dan konsekuensi dari keputusan keuangan yang diambil.

Menurut dia, mahasiswa sebagai bagian dari kelompok pengguna layanan keuangan perlu dibekali pemahaman yang tidak hanya berorientasi pada potensi keuntungan, tetapi juga mengenai risiko dan mekanisme investasi.