Maka, di tengah tekanan yang dihadapi sektor riil dan lemahnya daya beli masyarakat dewasa ini, pemerintah idealnya berani memberi insentif perpajakan guna meringankan beban masyarakat dan beban arus kas pelaku usaha serta industri. Instrumen seperti insentif pajak, subsidi hingga bantuan sosial tunai, secara bertahap akan menguatkan daya beli masyarakat yang pada gilirannya mendongkrak permintaan pasar. Tumbuhnya permintaan pasar akan medorong mesin industri untuk berproduksi dan menyerap tenaga kerja.
Langkah lain yang sangat diperlukan untuk memulihkan sektor riil adalah perang berkelanjutan terhadap penyelundupan produk manufaktur. Tekad Menkeu Suahasil Nazara patut diapresiasi. Dia memastikan kepemimpinannya akan tetap melanjutkan penindakan terhadap kegiatan ilegal yang selama ini dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Upaya pemulihan sektor riil melalui kebijakan fiskal yang ekspansif patut diperkuat dengan kebijakan moneter melalui pengendalian stabilitas harga, pelonggaran likuiditas perbankan hingga menurunkan biaya pinjaman modal di bank, utamanya menyediakan modal murah untuk kebangkitan UMKM. Selain itu, dunia usaha juga berharap BI dapat menjaga stabilitas nilai tukar valuta karena banyak bahan baku kebutuhan industri masih diimpor.
Bambang Soesatyo, Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua Komisi III DPR RI ke-7/Dosen Pascasarjana (S3) Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan (Unhan)