"Dunia usaha juga berharap kebijakan penerimaan tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan penerimaan dalam jangka pendek, tetapi tetap mempertimbangkan daya saing dan kemampuan sektor produktif untuk tumbuh," kata Shinta.
Sementara itu, Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) juga menyambut penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu). HIPMI menilai pergantian Menkeu harus menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan pelaku usaha dan investor sekaligus memastikan kebijakan fiskal semakin efektif mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ketua Umum BPP HIPMI, Ade Jona Prasetyo mengatakan tantangan Menkeu baru bukan hanya menjaga kesehatan APBN, tetapi memastikan kekuatan fiskal benar-benar menghasilkan aktivitas ekonomi baru di sektor riil.
"Dunia usaha membutuhkan dua hal berjalan bersamaan: fiskal yang kredibel dan ekonomi yang terus bergerak. APBN yang sehat penting untuk menjaga kepercayaan, tetapi dampaknya juga harus semakin terasa dalam bentuk investasi baru, proyek yang berjalan, usaha yang berkembang, dan lapangan kerja yang tercipta," kata Jona dalam keterangannya.