Lanjut, Cheng mengatakan Indonesia, Malaysia, dan Thailand memiliki manufaktur yang kuat. Oleh karena itu, kata Cheng, tidak mengherankan jika ini menjadi salah satu keunggulan kompetitif yang ketiga negara tersebut miliki dibandingkan dengan negara lain di dunia.

"Jadi menurut saya, jika kita melihat pembagian kontribusi ekonomi secara keseluruhan, salah satu kuncinya adalah fokus pada pengembangan dan penerbitan game. Bagaimana kita bisa memiliki game yang bagus di kawasan ini, di Indonesia, sehingga dapat menarik pemain dari seluruh dunia. Dan sambil tetap mempertahankan beberapa keunggulan lain yang mungkin dimiliki negara ini," tambahnya.

Dari segi manufaktur, Cheng menyampaikan negara ini merupakan tempat yang sangat menarik untuk menyelenggarakan acara esports. Indonesia bisa menjadi tuan rumah banyak pertandingan internasional dan membawa banyak manfaat ekonomi.

"Dan kita tahu ada banyak turnamen tingkat grassroots yang juga telah berlangsung. Jadi, pertama, saya akan menyarankan untuk mempertahankan keunggulan yang ada, tetapi juga melihat bagaimana kita dapat meningkatkan angka 7% itu dalam hal pengembangan dan penerbitan game," pungkasnya.