"Kemarin pas libur anak sekolah turun drastis, jadi ya mau tidak mau ya pasti dari situ. Emang perekonomian kayaknya ada perubahan setelah adanya MBG," ujarnya.
Selain harga yang masih tinggi, Herli menyebut ukuran ayam yang dijual juga semakin kecil. Kondisi tersebut membuat sejumlah konsumen mengeluhkan harga yang tidak sebanding dengan ukuran ayam yang dibeli.
Menurutnya, kenaikan harga ayam menjelang hari besar keagamaan seperti Lebaran merupakan hal yang biasa. Namun, ia mempertanyakan harga ayam yang tetap tinggi meskipun tidak sedang memasuki periode tersebut.
"Kalau Lebaran harga naik kan udah biasa sebenarnya. Yang jadi masalah itu kok hari-hari biasa malah naik," tuturnya.
Sementara d Pasar Tebet Timur, harga ayam terpantau berada di kisaran Rp 36.000 per ekor. Ia menilai harga tersebut masih tergolong normal dengan kondisi pasokan yang aman.